Disengat Oleh Bouchard, Sharapova Tidak Meladeni

Eugenie Bouchard menjadi petenis terakhir yang cukup mencengangkan Maria Sharapova selesai comeback daari skorsing diakibatkan kegagalan dopin. Sharapova sendiri memilih untuk mengabaikannya.

 

Eugenie Bouchard, 23 tahun tidak senang dengan perlakukan yang istimewa diterima oleh Sharapova. Seperti halnya yang diketahui, peteis Rusia tersebut mendapatkan Wildcard pada Sttgart, ketika ini masih secara langsung dan akan berlaga pada Madrid yang terbuka dan Roma terbuka dengan cara yang serupa.

 

Petenis Kanada itu menilai perlakuan yang lunak pada Sharapova sudah menciptakan contok buruk. Menurutnya, Sharapova tidak harus dapat main lagi.

 

“Ia merupakan seorang tukang tipu untukku, kupikir penipu pada sebuah olahraga tidak harus diizinkan main pda olahraga tersebut lagi,” sangat petenis cantik itu disebut sebut sebagai penerus Sharapova tersebut.

 

“Sangat tidak adil sekali pada para player lainnya melakukannya dengan cara yang benar serta jujur. Jadi, kupikir WTA sudah mengirimkan pesan salah kepada anak-anak, anda mengetahui menipu dan kami akan menyambut anda untuk kembali dengan tangan yang terbuka.” Sembur dari Eugenie Bouchard kepada TRT yang dilansir New York Post.

 

Comeback Sharopova berjalan dengan mulus. Petenis dengan usia 30 tahun tersebut sukses melalui dua pertandingan serta sekarang ini menjejak perempatfinal yang mana ia akan melawan Anett Kontaveit atau Estonia.

 

“Aku tidak harus bilang apapun aku jauh lebih daripada itu, : jelas Sharapova yang menanggapi kecaman Eugenie Bouchard.

 

Eugenie Bouchard bukanlah satu-satunya petenis Judi bola yang kesal sekali dengan kelakuan yang istimewa pada Sharapova. Sebelumnya Caroline Wozniacki / Denmark serta Agnieszka Radwanska / Polandia sempat mengkritik secara keras, yang dibalas oleh agne Sharapova.

 

“Semua petenis yang biasa-biasa saja seperti Radwanska serta Wozniacki yang tidak pernah menjuarai Grand Slam sebelumnya serta generasi sesudahnya melalui mereka,” kata Max Eisenbud.

 

“Mereka cukup pintar untuk mecoba menggagalkan Maria main dari Paris atau Perancis terbuka di bulan depan. Merka tidak mengetahui apapun, “ imbuh ia yang menyoal usaha kliennya untuk dapat mendapatkan wild card di Roland Garros.

 

Caomeback pada Sharapova pada lapangan tenis sejauh ini berjalan dengan mulus. Sharapova kembali dapat memetik kemenangan di pertandingan keduanya sejak dari terbebas hukuman.

 

Sharapova berhasil mengalahkan sesame petenis Rusia, yaitu Ekaterina Makarova. Pada babak kedua turnamen Porsche tennis Grand Prix 2017. Petenis sekarang ini memiliki usia 30 tahun tersbeut dapat memenangkan dua set secara langsung dengan skor yaitu 7-5 dan 6-1.

 

Ini merupakan kemenangan kedua sharapova sejak bebas dari skorsing diakibatkan dari kasus doping yang menjerat. Dia sebelumnya menundukkan petenis Italia, Roberta Vinci pada babak pertama. Sharapova mengaku sekarang in telah tidak gugup serta telah lebih nyaman diatas lapangan.

“Saya berfikir sesudah pertandingan kemarin sulit sekali untuk sana menilai level kualitas serta bagaimana main karena itu lebih mengarah pada pertandingan emosional, kembali main sesudah absen.” Ujar pada situs resmi WTA.

 

“Hari ini, saya merasa lebih nyaman serta melakukan banyak rell serta merasa memiliki reli-reli lebih panjang lagi. Yang mana bagus sekali untuk saya karena memiliki kesempatan untuk meluncur, memperbaiki gerakan, kembali pada posisi semua hal tidak dapat anda lakukan pada saat tidak bertanding,” jelasnya.

 

Sharapova berikutnya akan menghadapi petenis dengan kualifikasi asal dari Estonia, Anett Kontavelit, di perempatfinal. Sharapova kini sedang focus untuk lebih mengkualitaskan dan banyak-banyak latihan tenis sehingga tidak mengecewakan siapapun.