Marc Marquez Alami Kesulitan di Sepang Sejak Free Practice

Andrea Dovizioso kemungkinan akan menjadi pembalap yang tercepat pada GP Malaysia yang akan digelar di sirkuit Sepang akhir minggu nanti. Menilai hal tersebut, Marc Marquez mencoba untuk mengalahkannya bahkan sudah bertekad untuk melakukannya. Jumat kemarin dilaksanakan dua sesi Free Practice dan dalam latihan togel online bebas yang terakhir, justru Marquez mengalami kendala karena Alex Rins dari Suzuki berhasil untuk menjadi yang tercepat.

 

Marc Marquez Anggap Ducati Sebagai Ancaman Terberat

 

The Baby Alien memang menilai bahwa Sepang sepertinya bukan lintasan favorit untuk motor Honda dan meski demikian, Dovizioso masih dinilai olehnya sebagai pembalap yang saat ini paling menyulitkan baginya sehingga dia sampai bertekad untuk bisa mengalahkannya di lintasan. Seperti yang dilansir oleh Crash, Marc Marquez mengatakan jika dalam sesi latihan ini mereka memiliki banyak sekali masalah dan solusinya adalah menemukan informasi yang lainnya lagi untuk memperbaiki.

 

Pembalap asal Spanyol ini pun juga mengatakan bahwa hanya dirinya saja yang menggunakan ban dengan tipe Hard dan dia menilai jika bannya pun terlalu keras. Ketika di putaran yang terakhir, dia mengganti bannya dan merasa lebih baik dalam membalap. Dia menambahkan jika dirinya selalu melihat kalender dan lintasannya dapat mereka manfaatkan dan dia mengaku jika Sepang bukan trek yang terbaik untuknya dan Honda karena persaingan saat ini adalah untuk merebut posisi podium.

 

Marc Marquez pun juga mengatakan jika Dovizioso dinilai lebih cepat dibandingkan semua pemain. Dia memiliki kecepatan yang sangat tinggi dan cara balapan yang dia lakukan pun sangat baik namun Marquez sadar bahwa motornya harus diatur dengan baik supaya tetap kompetitif dan bisa memacu kecepatan yang sama akan tetapi caranya yang beda. Tak ketinggalan dia pun juga turut memberikan pujian untuk Yamaha dan Suzuki atas kinerja yang dilakukan setelah sesi latihan bebas.

 

Ini dikarenakan kedua pembalap dari setiap tim tersebut mampu untuk melaju dengan kencang di lintasan Sepang. Menurut Marquez, Suzuki telah sangat bekerja dengan begitu baik bahkan motornya pun sangat siap untuk turnamen. Selain itu, mereka juga sudah menunjukkan banyak kemajuan sejak membalap di Aragon. Ini dikarenakan bagian depan dari motor mereka sangat baik dan mungkin yang menjadi kelemahannya hanya kecepatan saja namun akselerasinya sangat baik.

 

Marc Marquez Kecewa Dengan Banyak Penyelamatan yang Dilakukannya

 

Sementara itu, Marc Marquez juga menyoroti tentang Yamaha yang begitu konpetitif dengan Valentino Rossi yang menjajal ban barunya sehingga dia diprediksi akan menjadi lawan yang begitu merepotkan nantinya. Sudah pasti kedua pembalap Yamaha akan mengatur dengan baik semua motornya dengan teknik yang baik pula. Memang benar bahwa latihan bebas ini tidak mulus untuk Honda khususnya Marc Marquez karena meskipun dirinya berada di tiga tercepat, dia kesulitan.

 

Di sesi latihan yang pertama, Marquez berada di posisi ke-10 namun untuk yang kedua, dirinya naik ke posisi kedua. Namun dari keseluruhan sesi latihan bebas itu, kecepatan Marquez adalah yang ketiga. Ini karena dia terlihat melakukan beberapa kali penyelamatan dalam dua sesi Free Practice tersebut karena dia hampir saja terjatuh. Walaupun dirinya selamat, namun dia mengaku jika tidak puas sama sekali dengan performa yang ditunjukkannya hari ini karena hampir terjatuh 4 kali.

 

Seperti yang dilansir oleh situs resmi dari MotoGP, Marc Marquez mengatakan jika sebenarnya ini merupakan hari yang sangat baik namun dia mengakui bahwa dia cikup kesulitan dalam sesi latihan dan dia terlalu sering melakukan penyelamatan di berbagai momen sehingga dirinya harus memperbaiki di sesi latihan ketiga dan juga babak kualifikasi sehingga mampu untuk mengalahkan catatan waktu dari pesaing lain dan juga meredam ancaman Ducati dan Andrea Dovizioso.

Pebalap AHRT Sukses Balap Ketahanan Di Suzuka, Jepang

Pebalap asal Indonesia baru saja menuntaskan Suzuka 4 hours Endurance Race. Mereka merupakan pebalap yang berada di bawah naungan Astra Honda Racing Team (AHRT), Rheza Danica Ahrens dan Awhin Sanjaya. Keduanya bertengger di posisi ke tujuh dari 59 tim yang turut serta dalam laga. Ajang yang diselenggarakan di Sirkuit Suzuka, Jepang itu diadakan hari Sabtu tanggal 29 Juli 2017, dan keduanya menorehkan total waktu sebesar 3 jam 30 menit 55,043 detik.

Pebalap AHRT Sukses Balap Ketahanan Hampir 4 Jam

Setelah menyelesaikan balapan ketahanan selama hampir 4 jam dengan sistem regulasi yang ketat dan sudah pasti menguras tenaga serta konsentrasi, tentunya banyak pengalaman berharga yang dapat mereka peroleh. Menurut Thomas Wijaya selaku Marketing Director PT Astra Honda Motor (AHM), balap ketahanan ini adalah salah satu perlombaan balap terbaik untuk membantu proses pembentukan bagi para pebalap muda yang sedang ikut serta dalam pembinaan balap berjenjang AHM.

Seperti dalam rilis yang diterima detikSport, Thomas mengatakan, “Semangat para pebalap dan tim sangat luar biasa dan membanggakan. Mereka sukses melewati 4 jam balapan dengan hasil positif. Ini menjadi proses pembinaan dan pembelajaran yang sangat penting bagi pebalap muda dalam meraih mimpinya sampai ke ajang balap tertinggi. Terima kasih atas kerja keras seluruh tim Astra Honda Racing Team.”

Perlombaan ini memang dinilai cukup menguras tenaga para Astra Honda Racing Team. Hal itu karena adanya perubahan cuaca, akibat hujan, tentu saja mengharuskan tim untuk segera melakukan penggantian ban yang basah sebelum pertandingan dimulai. Walaupun begitu, Rheza yang menggunakan Honda CBR600RR ternyata dapat beradaptasi dengan cepat. Karena dilihat, Rheza dapat segera menduduki posisi pertama ketika bendera start dikibarkan, pertanda laga dimulai.

Rheza mengatakan, “Balapan tahun ini lebih banyak tantangan dan membutuhkan konsentrasi tinggi karena banyak hal terjadi selama balapan seperti cuaca yang berubah dan banyaknya kecelakaan. Fokus harus tinggi dan tim juga harus bekerja keras menentukan strategi yang terbaik.”

Meskipun begitu, ternyata Awhin yang menggantikan Rheza terlihat sempat merosot ke posisi 10. Walaupun demikian, mereka akhirnya berhasil secara bergantian untuk memperbaiki posisi mereka. Meskipun perlahan, tapi usaha mereka berbuah kepastian, karena mereka akhirnya masuk kembali ke urutan tiga besar ketika pertandingan masuk ke 1 jam terakhir.

Prestasi tersebut terus dipertahankan, hingga akhirnya Awhin dan Rheza sukses bertengger di posisi ketiga sampai menuntaskan pertandingan di garis finish. Tapi nasib buruk ternyata terjadi pada Awhin, ia melakukan kesalahan ketika bendera kuning berkibar di sesi terakhir lomba. Awhin melakukan overlapping pebalap yang ada di posisi belakang sebelum melintasi bendera hijau. Hal itu membuat Astra Honda Racing Team harus rela menerima penalti dua lap dan membuatnya berdiri di urutan ke tujuh.

Awhin menjelaskan, “Balapan ini sangat membantu saya dalam meningkatkan fisik dan ketenangan saya. Saya juga banyak belajar mengenai regulasi balap. Ini pengalaman judi poker sangat berharga bagi saya untuk menghadapi ajang balap lain.”

Top 10 Trial Suzuka 8 Hours Endurance World Championship

Di lain lomba, ada pebalap Satu Hati Honda Team Asia yaitu Dimas Ekky Pratama dan Ratthapong Wilairot sukses melewati sesi Top 10 Trial dan mencatatkan waktu selama 2 menit 09,966 detik. Karena hal itulah, Dimas harus memulai lomba dari posisi ke 10 dari total 68 tim balap yang turut serta dalam ajang Suzuka 8 Hours Endurance World Championship, yang diadakan di Suzuka pada hari Minggu 30 Juli 2017.