Kylie Jenner Tak Mau Syuting Lyfe of Kylie

Kylie Jenner pasalnya mempunyai acara reality show terbarunya bertajuk Lyfe of Kylie. Namun sayang sekali gafis itu tak kunjung menampakkan dirinya untuk proses syuting realty show tersebut. Oleh karena itu, para tim kalang kabut untuk mencari jalan keluar atas permasalahan ini.

Dianggap Tak Profesional dan Bersikap Berlebihan

Dilansir dari Aceshowbiz, Kylie mengaku bahwa ia menolak melakukan pengambilan gambar untuk reality show yang bakal menampilkan kehidupannya tersebut. Salah seorang sumber yang dipercaya dekat dengan gadis muda 19 tahun itu menyebutkan bahwa sang pebisnis kosmetik belia itu sudah tak lagi peduli dengan acara tersebut. Sumber itu mengungkapkan pada Radar Online, “Kylie menolak untuk hadir di studio. Dia terlihat tak peduli dia bahkan juga mengabaikan jadwal yang sudah disepakati bersama untuk syuting acara itu. ia tak datang saat ia dibutuhkan dan tidak ada yang tahu soal itu.”

Namun sumber yang dipercaya itu menyebutkan juga bahwa Kylie enggan datang untuk pengambilan gambar acara itu lantaran dirinya kecewa terhadap hasil yang tidak sesuai dengan harapanya. Tapi tetap saja sumber tersebut mengaku bahwa gadis 19 tahun itu dianggap tak professional dan sangat kasar. Bahkan ia juga menilai bahwa sikap Kylie sangat berlebihan. Adik Kendall Jenner itu dianggap sangat tidka professional.

“Ia kesal dengan acara itu,” ungkap sumber tersebut. “Ini amat sangat tak professional dan acara Kylie benar-benar dalam masalah. Ini bisa jadi bencana,” imbuhnya. Produser dari acara Kylie yang terbaru itu kini sedang memutar otak guna menyelamatkan acara yang dijadwalkan tayang bulan depan tersebut. Rencananya, acara itu akan ditayangkan dalam 8 episode dan akan dirilis di jaringan TV Kabel E.

Serial itu berdurasi 30 menit dan akan menampilkan kehidupan sosialita muda, anak bungsu dari Caityln Jenner dan Kris Jenner. Kehidupan remaja yang menjadi kiblat fashion itu akan dieskpos dalam acara tersebut lengkap dengan kesehariannya dalam bergalu dan juga dalam berbisnis.

Beberapa waktu lalu Kylie sempat mengungkapkan perasaaanya dalam cuplikan Lyfe of Kylie, “Beberapa tahun terakhir adalah perjalanan yang amat sangat luar biasa dengan dukungan dari para penggemar. Pertunjukan ini memungkinkan saya  untuk member bocoran tentang kehidupan pribadi saya yang saat ini sedang saya jalani ini.”

Sempat Dihujat karena Kaos Vintage Rancangannya dengan Kendall

Kylie Jenner dan kakaknya, Kendall Jenner, harus menelan pil pahit setelah mereka merilis kaus vintage dalam sebuah koleksi yang bernama “Rap vs Rock”. Mereka harus menerima hujatan dari keluarga dan juga fans berat dari legenda music Hollywood. Hal itu terjadi sejak hari Senin (26/9) minggu lalu. kontroversi yang terjadi sebenarnya terjadi karena gambar-gambar yang dicetak oleh duo Jenner ini yang mana gambar-gambar itu dicetak di depan kaos-kaos mereka.

Kedua gadis itu memasang wajah serta inisial mereka di gambar ikonik legenda rapper bandar togel sgp seperti contohnya Tupac, Notorius B.I.G sampai The Doors tanpa meminta izin terlebih dahulu. The Doors pasalnya sudah merilis secara langsung surat yang menjelaskan tindakan duo Jenner ini cenderung “menyebabkan penodaan terhadap tanda terkenal.” The Doors juga mengatakan bahwa hal ini bisa “membahayakan reputasi The Doors” sendiri.

Tidak hanya The Doors namun juga putrid Michael Jackson yang menulis cuitan yang mewakili kekecewannya. Meskipun ia dekat dengan Kendall, ia mengaku sangat kecewa karena musisi legendaris dijadikan seperti perintis merek fesyen.

Lagu Beyonce Bantu Promosikan Seks Positif Bagi Perempuan

Begitu banyak perempuan yang masih jauh tertinggal informasi tentang seks, penyimpangan sosial, kekerasan fisik dan seksual, serta bagaimana mereka mendapatkan informasi terkait kesejahteraan untuk mereka. Dan ini lah yang menjadi sorotan bukan hanya dari lembaga pemerintahan, namun juga dari sejumlah seniman. Perempuan sendiri telah mendapatkan kesulitan lebih dibandingkan dengan laki-laki karena ‘labelnya’ sebagai perempuan, namun kali ini bagi perempuan yang mempunyai etnis minoritas, kesulitan mereka bertambah.

Para seniman menyikapi hal ini dengan karya-karya yang mereka usung. Lewat karya, seperti lagu, novel, atau film, pesan kesetaraan bagi perempuan dari sebuah paham yakni feminisme, mulai dikenal oleh banyak orang. Setiap wanita menjadi paham tentang hak dan kewajiban mereka yang mulai terenggut oleh partrikarki. Dan salah satu seniman yang menyadarkan pentingnya para perempuan mengetahui apa itu feminisme dan apa saja yang patut diperjuangkan adalah Beyonce.

Karya Beyonce yang Membantu Para Wanita

Semua orang pasti sudah tidak asing lagi dengan paham feminisme. Feminisme sendiri dipandang sebagai paham yang menuntut kesetaraan perempuan sama dengan laki-laki. Dan bagaimana sih Feminisme ‘ala Beyonce’? pertanyaan ini lah yang akhir-akhir ini menjadi sorotan dan juga pembahasan di banyak blog, kicauan serta banyak obrolan di pub juga.

Hal ini menjadi sangat menarik karena salah satu mahasiswa di University of Warwick, Inggris, menuliskan disertasinya tentang ini. mahasiswa sosilogi ini menganalisis feminisme lewat lagu-lagu yang ditulis oleh Beyonce. Siapa yang tidak kenal dengan Beyonce? Dengan lagu-lagunya yang ternyata mendukung para wanita agar lebih kuat dan bisa menyikapi patriakal dengan lebih siap dan sigap. Selama setahun terkahir ini, Molly Inglis, seorang mahasiswa berumur 20 tahun menganalisis lirik-lirik dari lagu Beyonce yang totalnya berjumlah kurang lebih 10.000 kata. Dan sekarang ini ia menyerahkan esainya yang tebalnya 66 halaman itu ke pembimbing disertasinya.

Molly berbagi [ada BBC Newsbeat. “ Beyonce mempromosikan pesan seks yang amat sangat positif.” Hal yang paling menarik dari penelitian Molly adalah tentang pandangan Beyonce sendiri soal perempuan dan seks. Tidak hanya pandangannya terhadap perempuan dan seks, namun juga pandangannya soal bagaimana Judi Online dalam beberapa tahun terakhir sang penyanyi kondang itu menganut feminisme dengan caranya sendiri. Inglis sendiri mefokuskan penelitiannya pada dua album terakhirnya, yakni albumnya yang berjudul Beyonce yang dirilis pada tahun 2013 dan album Beyonce yang berjudul Lemonade (2016).

“Beyonce pada lagu itu mendorong para perempuan untuk menjadi seksual guna mengendalikan urusan di kamar tidur dan juga untuk melakukan hubungan seks murni untuk dirinya sendiri, untuk kesenangannya sendiri,” imbuh Inglis.

Para fans Beyonce sudah lama menghubungkan Queen Bey ini dengan sebuah paham dan gerakan pemberdayaan perempuan dan remaja juga. Hal ini dimulai dari hari-hari sang penyanyi idola itu di Destiny’s Child sampai lagunya yang berjudul Flawless yang mana mengutip Ngozi Adichie. Walaupun lagu Fomation dari album Lemonade secara umum ditafsirkan sebagai sebuah protes tentan perlakukan polisi terhadap komunitas kulit hitam serta gerakan Black Lives Matter, Inglis menyatakan bahwa lagu tersebut juga berbicara langsung pada para perempuan.

Ia mengaku suka sekali dengan liriknya, ‘Now ladies let’s get in formation’. Kata Inglis kalimat itu memiliki makna ganda dimana artinya lagu ini meminta para perempuan untuk merapatkan barisan dan berkoordinasi bersama (get in formation) dan juga mencari informasi (get information) guna mendapatkan informasi apa yang sedang terjadi dan kemudian memprotesnya. Setelah menganalisis dua album milik Beyonce ia mengatakan bahwa Beyonce banyak bernyayi soal pro dan kontra dari pernikahan.