‘THE SEEN AND UNSEEN’ Akhirnya Siap Tayang Maret 2018

Satu lagi film berkualitas karya sineas perempuan Indonesia, THE SEEN AND UNSEEN, siap untuk tayang di jaringan bioskop Tanah Air. Setelah diikutkan di berbagai festival film luar negeri, film yang digarap oleh Kamila Andini bersama dengan Gita Fara, dan Ifa Isfansyah sebagai produsernya ini siap rilis pada Maret 2018. Sekedar informasi, THE SEEN AND UNSEEN ini sejatinya sudah mulai dikerjakan sejak tahun 2011 silam.

 

Detik melaporkan jika THE SEEN AND UNSEEN berangkat dari ide Kamila yang memang tertarik mengerjakan film yang menitik beratkan pada kehidupan anak-anak Indonesia seperti film pertama Kamila, THE MIRROR NEVER LIES. Demi sedekat mungkin dengan isu yang dibahas dan pendanaan, THE SEEN AND UNSEEN menempuh riset panjang, “Jadi memang perjalanan film ini cukup panjang. Dari penulisan skenario aja, kami pergi ke yang namanya lab. Kamila pergi residensi ke Cine Foundation dari Cannes. Dimana dia selama tiga bulan mengembangkan ide ini dan menulis draft skenarionya di sana,” cerita Gita.

 

Di saat Kamila menjalani residensi, Gita berusaha dalam hal pendanaan ke berbagai pasar proyek dunia. Beruntung setelah semua tercapai, THE SEEN AND UNSEEN langsung menjalani syuting selama 12 hari di Bali. Karena memilih pulau Dewata, jajaran tiga pemeran utamanya diperankan oleh aktor Togel Online dan aktris Bali seperti Ida Bagus Putu Radithya Mahijasena sebagai Tantra, Ni Kadek Thaly Titi Kasih sebagai Tantri dan sang pemeran Ibu di film horor PENGABDI SETAN yaitu Ayu Laksmi.

 

Cerita Tentang Mitos Kembar Buncing

 

Memilih Bali sebagai lokasi syutingnya, THE SEEN AND UNSEEN memang mengangkat konsep hidup Sekala Niskala. Sekedar informasi, film tersebut memang mengusung konsep spiritualisme tentang dualitas antara yang terlihat (Sekala) dan yang terlihat (Niskala). Konsep itu digambarkan lewat saudara kembar laki-laki dan perempuan, yang disebut sebagai kembar buncing, Tantra dan Tantri. Dipilihnya tokoh anak kembar karena di Indonesia memang sepasang kembaran dipercaya punya ikatan batin kuat.

 

Diceritakan jika Tantra mengalami koma karena tumor di kepalanya. Secara spiritual, Tantri yang sangat merindukan sosok kembarannya itu setiap malam di antara alam sadar dan tak sadar, nyata dan tak nyata, seolah-olah tengah bermain dengan Tantra, seakan-akan Tantra tak pernah koma. Terpilihnya Bali seolah memperkaya THE SEEN AND UNSEEN dengan berbagai kearifan lokal, mitos, cerita rakyat, tradisi dan budaya masyarakatnya.

 

‘THE SEEN AND UNSEEN’ Dipuji di Luar Negeri

 

Sebelum resmi tayang di jaringan bioskop Tanah Air, THE SEEN AND UNSEEN rupanya sudah bersinar di berbagai festival film luar negeri. Salah satunya adalah Toronto International Film Festival (TIFF) 2017 di mana film ini disambut antusiasme tinggi karena penonton yang datang memenuhi ruangan teater. Bahkan usai film itu tayang 86 meit, para penonton langsung bertepuk tangan begitu meriah. Tak cuma itu saja, Piers Handling selaku CEO TIFF khusus hadir untuk membuka penayangan THE SEEN AND UNSEEN.

 

Apa yang diraih THE SEEN AND UNSEEN ini seolah mengingatkan pada prestasi MOONLIGHT. Di mana film terbaik Oscar 2017 itu diputar untuk kali pertama dalam sesi Platform TIFF. Sekedar informasi pula, THE SEEN AND UNSEEN jadi satu-satunya film Asia yang berkompetisi di program Platforfm, sisi paling prestisius di ajang TIFF. Semoga saja THE SEEN AND UNSEEN bisa berkiprah di Oscar 2019 nanti ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *