Prosedur Baru Pengaduan Pelecehan Seksual Di Inggris

Theresa May, Perdana Menteri Inggris menyatakan bahwa pemerintahnya akan mempublikasikan prosedur pengamanan serta pengaduan terbaru untuk staf parlemen setelah terjadi skandal pelecehan seksual yang membuat politik Inggris terguncang. Bila sebelumnya pengaduan kasus pelecehan seksual dilakukan dengan sambungan telepon tetapi sekarang akan diganti dengan sesi pertemuan tatap muka. Rencananya prosedur tersebut akan mulai diaktifkan tahun depan.

 

Kasus pelecehan seksual mengguncang politik Inggris

Setelah pertemuannya dengan para pemimpin partai besar termasuk ketua Partai Buruh, Jeremy Corbyn, May mengatakan bahwa bila hal mengerikan ini terjadi kepada kita tentu akan sulit mengatasi dampak destruktif akibat perlakukan ini kepada korban. Kasus pelecehan dan pelanggaran seksual oleh anggota dan pejabat Parlemen di Inggris ini mulai  berani diungkap oleh staf dan wartawan termasuk periset yang bekerja pada bidang politik di Inggris setelah publik dikagetkan oleh terbongkarnya kasus pelecehan seksual oleh tokoh besar Hollywood, Harvey Weinstein.

 

Dalam berbagai kasus para korban menuduh partai-partai politik besar tersebut menganjurkan korban untuk  tak melapor kepada polisi serta tak mengambil tindakan apa pun. Yang tergolong dalam tindak pelecehan seksual tersebut adalah sentuhan yang tak diinginkan korban juga email-email dengan konten pornografi, hingga pemerkosaan. Skandal tersebut telah membuat Menteri Pertahanan Inggris telah mengundurkan diri, dimulainya proses penyelidikan atas kasus tersebut bahkan terhadap wakil May, hingga pemberhentian sementara beberapa anggota parlemen Buruh dan Konservatif oleh partai-partai tersebut.

 

Tentang kasus pelecehan seksual Harvey Weinstein

Pengakuan sejumlah pekerja film Hollywood beberapa waktu lalu yang menyatakan menjadi korban pelecehan seksual hingga pemerkosaan Weinstein memang membuat publik terkejut. Ada 13 wanita serta 4 artis Prancis yang menuduh Harvey Weinstein telah melakukan penyerangan serta pelecehan seksual dalam beberapa decade ini. Yang mengejutkan, termasuk dalam 13 wanita ini adalah artis-artis populer Hollywood yaitu Gwyneth Paltrow, Angelina Jolie, serta Rosanna Arquette. Tuduhan ini membuat Weinstein dipecat oleh dewan produksi perusahaannya yaitu Weinstein Co.

 

Publikasi yang memalukan oleh Majalah New Yorker tersebut juga menyebutkan bahwa ada 16 staf serta mantan staf perusahaan The Weinstein Co dan Miramax yang mengetahui atau menyaksikan pelecehan seksual tersebut. Ini artinya perusahaan telah mengetahui secara luas tentang penyimpangan seksual Weinstein. Pria berusia 65 tahun tersebut telah mengawasi produksi berbagai film populer sejak 3 decade terakhir ini, seperti Pulp Fiction, Shakespeare in Love, The English Patient, Sex, Lies & Videotape, The Butler, serta Good Will Hunting.

 

Kasus yang membelit Weinstein tersebut membuatnya mengalami lebih banyak masalah, antara lain adalah, dicopotnya gelar kehormatan Legion of Honor dari pemerintah Prancis yang diterimanya di tahun  2012 atas kontribusinya dalam mempopulerkan film Prancis serta Eropa ke seluruh dunia. Selain itu Academy of Motion Picture Arts & Sciencess yang menggelar piala Oscar juga segera memecat Weinstein dari badan yang eksklusif tersebut.

 

Dengan pemecatan Weinstein, badan perfilman yang paling bergengsi tersebut ingin menyampaikan pesan bahwa perilaku Weinstein yang menuntut seks untuk memperoleh bantuan profesionalnya adalah “masalah yang sangat meresahkan dan selayaknya tak terjadi pada masyarakat kita.” Terakhir adalah akademi Film judi bola Inggris yang kabarnya juga menangguhkan keanggotaan Weinstein.

 

Permintaan maaf Harvey Weinstein

Weinstein sendiri dalam sebuah pernyataan tertulis mengungkapkan bahwa dirinya meminta maaf karena telah memperlakukan mitra-mitranya dengan tidak pantas di masa lalu. Tetapi ia juga membantah sebagian tuduhan yang dipublikasikan oleh media dan berniat menuntut atas kasus pencemaran nama baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *