Populer Tahun 90an, ‘KELUARGA CEMARA’ Diangkat Jadi Film Kekinian

 

Kalau menyebut sinetron Indonesia terbaik, Keluarga Cemara memang muncul sebagai salah satunya. Menjadi tontonan wajib generasi 90an, Keluarga Cemara memang begitu melekat di ingatan. Sudah selesai tayang pada tahun 2004, kini 13 tahun berlalu dan Keluarga Cemara siap dibangkitkan lewat versi film layar lebar.

 

Adalah Visinema Pictures yang dengan bangga mempersiapkan film KELUARGA CEMARA. Sang produser, Anggia Kharisma, bahkan sudah lama mengidam-idamkan proyek ini. Berkolaborasi dengan penulis Gina S Noer dan sutradara muda berbakat, Yandy Laurens, Anggia rupanya mengawali proyek ini dari sebuah kegelisahan. Dilansir detikHOT, Anggia mengakui jika perkembangan film Indonesia memang seolah melupakan karya layar lebar yang ramah terhadap keluarga dan anak setelah era LASKAR PELANGI (2008) dan PETUALANGAN SHERINA (2000).

 

Atas proyek reboot ini, penulis naskah sinetron Keluarga Cemara yakni Arswendo Atmowiloto pun menyambut hangat. “Setiap saat pasti orang pengen keluarganya dalam tanda kutip benar. Dan apakah keluarga ini jadi nilai yang berhasil atau tidak, inilah sebenarnya. Keluarga ini bagus, istilah saya bisa bersyukur aja dengan keadaan saat ini. Pasti akibatnya lebih bagus.”

 

Pemeran Emak dan Abah Versi Milenial

 

Hadir dalam versi terbaru, sudah pasti jajaran pemain Judi poker yang terlibat akan memasang aktor dan aktris baru. Jika dulu dalam versi sinetron, publik Indonesia sangat mengenal Adi Kurdi sebagai si abah tukang becak air dan Novia Kolopaking sebagai emak yang begitu sabar, siapakah para pemeran untuk dua peran sentral film KELUARGA CEMARA ini?

 

Rupanya kedua karakter ini dipercayakan kepada Ringgo Agus Rahman sebagai abah dan Nirina Zubir sebagai emak. Sebagai aktor dan aktris papan atas, pertanyaan besar hanyalah apakah chemistry yang dibangun Ringgo dan Nirina kelak bisa sedikitnya sejajar dengan Adi dan Novia. Karena dalam versi sinetronnya, abah dan emak begitu kuat membangun cerita kehidupan bersahaja keluarga Cemara.

 

Dalam sebuah wawancara, Ringgo mengaku jika saat dirinya mendapat tawaran untuk menjadi abah dalam film KELUARGA CEMARA, dia tengah syuting dengan Adi Kurdi. Tak hanya karakter abah dan emak, pihak produser pun menjanjikan kalau ketiga putri abah yakni Euis, Cemara dan Agil akan muncul. Hanya saja saat ini ketiga aktris pemerannya masih disimpan rapat-rapat. Untuk saat ini KELUARGA CEMARA masih bakal memulai proses produksi pada bulan Desember dan direncanakan rilis tahun 2018 mendatang.

 

Sinetron Hits Selama Delapan Tahun

 

Jika sekarang banyak sinetron Indonesia dengan total ratusan episode tapi dianggap punya alur cerita dan akting pemain yang buruk, tidak dengan Keluarga Cemara. Tayang seminggu sekali, Keluarga Cemara mampu bertahan hingg 412 episode selama delapan tahun lamanya. Mulai mengudara sejak 6 Oktober 1996, sinetron inipun tamat pada 29 Agustus 2004.

 

Menawarkan kisah keluarga sederhana yang harus berjuang bersama, judul Keluarga Cemara sejatinya diambil dari nama anak kedua abah, yakni Cemara alias Ara yang diperankan oleh Anisa Fujianti. Menampilkan potret kehidupan keluarga Indonesia yang pas-pasan, masyarakat tentu mengingat bagaimana teh Euis, putri sulung abah yang diperankan oleh Ceria HD harus berjualan opak demi menyambung hidup keluarganya.

 

Terpatri erat dalam ingatan banyak masyarakat Tanah Air, apakah KELUARGA CEMARA mampu mengulang kesuksesan sinetronnya? Semoga saja cerita yang disuguhkan dalam versi kekinian tidak mencederai kebersahajaan sinetron aslinya. Berharap juga jika pihak produser menemukan aktris-aktris muda berbakat untuk mengisi pos Euis, Ara dan Agil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *