Para Pengadu Untung yang Kembali ke Ibu Kota

Hari Senin (3/7) ratusan manusia kembali memadati Terminal Bus Kampung Rambutan dari tadi pagi. Rutinitas naik dan turunnya penumpang berlangsung tiada hentinya. Setiap menitnya, puluhan bus Antar Kota Antar Provinsi dari arah Sumatra dan Jawa berdatangan.

Antrian Bus Memadati Terminal di Jakarta

Tak jarang juga, antrean bus mengular di muka pintu masuk utama terminal. Keriuhan juga makin memarah karena para penyedia jasa angkut barang berebut ‘mangsa’ di sisi jalan, tempat di mana bus menurunkan penumpangnya. Mereka berteriak-teriak menjajakan jasanya pada para penumpang yang membawa banyak barang bawaan yang seabrek dan repot dari kampung halaman mereka.

Di sisi lainnya, karyawan perusahaan Otobus (PO) juga masih sibuk menawarkan tiket kepada calon penumpang yang berdatangan. Di antara banyaknya calon penumpang yang turun dari bus AKAP, ada salah seorang karyawan yang bernama Irwan (23). Ia adalah seorang pedagang buah di Pasar Pondok Gede, Bekasi yang berasal dari Bogor, Jawa Barat. Di sebelahnya, ada adiknya yang berumur 16 tahun berjalan beriringan dengannya bernama Iip.

Dilansir dari CNN Indonesia,  Iip mengatakan baha kali ini adalah pertama kalinya ia ke Jakarta. Namun tujuannya ke Jakarta bukanlah semata-mata untuk ‘liburan’.

Mencari Pekerjaan

Iip mengaku bahwa tujuannya ke Jakarta adalah untuk mencari pekerjaan guna menambah pundi-pundi rupiah bagi keluarganya. Ia datang ke Jakarta bukan tanpa risiko. Pasalnya ia harus meninggalkan pendidikannya. Namun di sini ada sebuah masalah. Irwan sendiri sampai sekarang masih belum tahu pekerjaan apa yang bisa didapat oleh adiknya. Hal ini dikarenakan dirinya baru satu tahun mencoba peruntungan di Jakarta. Dan selama satu tahun ini ia harus rela berdesak-desakan dengan 4 orang yang lainnya di sebuah kontrakan kecil yang terletak di kawasan Pondok Gede.

Ia menyatakan, “Bakal cari kerja di sini sendiri atau untuk ikut dagang di sini dengan saya di pasar. Lihat saja nanti. Sementara ini ya dia tinggal bareng di kontrakan dulu.” Sudah bukan rahasia umum lagi bahwa arus balik selalu dijadikan momen bagi banyak orang untuk ‘masuk’ ke Jakarta. Mereka meninggalkan kampung halaman dewa poker demi mencoba peruntungan mereka di ibu kota.

Sejak arus balik H+1 lebaran yang mana jatuh pada hari Selasa (27/7, paling tidak sudah ada 180 ribu jiwa yang masuk ke Jakarta. Selisih angkanya tentu tidak sedikit jika kita mengingat hanya ada sekitar 123 ribu orang yang meninggalkan Jakarta dari Terminal bus Kampung Rambutan pada H-10 sampai H lebaran tahun 2017 ini.

Rasanya tetap sia-sia bagi pemerintah yang sudah menghimbau pada seluruh masyarakat yang membawa sanak saudara atau temen dari kampung ke Jakarta. Banyaknya kebutuhan para masyarakat dan ramainya ibu kota rasa-rasanya masih membuat Jakarta jadi lahan basah di mata para pengadu peruntungan.

Sebagai contohnya, Siti (20), seorang gadia asal Sukabumi, Jawa Barat, yang hari ini juga berangkat ke Jakarta dengan sebuah tekad bahwa ia akan menemukan pengalaman baru di Jakarta. Namun sedikit berbeda dengan Iip, Siti kw Jakarta dengan sejumlah pengalaman kerja di antaranya menjadi asisten rumah tangga di daerah Bandung dan juga dipercaya mengurusi gudang barang punya tuan rumahnya yang mana juga memiliki usaha menjual barang-barang kelontong. Keyakinan bahwa tekadnya mampu membawanya ke pekerjaan yang baik dan menghasilkan banyak uang, Siti pergi ke Jakarta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *