Pemilu Inggris Hasilkan Anggota Parlemen yang Paling Beragam

Ketika orang diminta untuk menggambarkan bagaimana anggota parlemen Inggris pada umumnya, pasti kebanyakan dari mereka menggambarkan pria kulit putih, heteroseksual, lulusan sekolah swasta. Namun hal ini agaknya beda dari anggota Majelis Rendah Inggris saat ini karena nampaknya anggota parlemen Inggris sedang berubah, seperti yang terlihat pada hasil Pemilu 2017 ini.

Pemungutan suara pada hari Kamis (8/6) lalu menghasilkan anggota parlemen yang paling beragam karena semakin meningkatnya jumlah anggota parlemen perempuan, dari kelompok minoritas dan dari kelompok LGBT. Tidak hanya itu, semakin meningkat juga anggota parlemen yang berasal dari sekolah negeri dan dari kaum difabel.

Etnis Minoritas

Pada Pemilu tahun 1987 lalu menghasilkan anggota parlemen kulitnm hitam untuk pertama kalinya di Majelis Rendah Inggris. Dan 30 tahun kemudian, pada tahun 2017 ada 52 anggota parlemen yang berasal dari etnis minoritas. Mereka terdiri dari 32 orang yang berasal dari Partai Buruh dan 19 orang dari Partai Konservatif sedangkan satu orang lagi dari Partai Liberal Demokrat.

Apabila dibandingkan dengan tahun 2015, terjadi peningkatan sebesar 11 orang dari etnis minoritas dalam pemilu judi poker kali ini. Salah satu contohnya adalah Preet Gill yaknu seorang perempuan dari etnis Sikh. Yang lainnya adalah Diane Abbott yang mana dulu pernah menjadi anggota parlemen kulit hitam pertama pada tahun 1987. Selain itu, ada Afzal Khan, sosok muslim yang pertama kali memimpin Kota Manchester.

Kaum LGBT

John Peart, penasehat senator pemerintah urusan persamaan, mengungkap bahwa setidaknya ada 45 anggota parlemen yang secara terang-terangan menyatakan dirinya sebagai lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT). Mereka terdiri dari 19 anggota Partai Buruh, 7 dari SNP dan 19 dari Partai Konservatif. Itu berarti ada 40% peningkatan pada pemilu kali ini jika dibandingkan dengan pemilu tahun 2015 lalu.

Anggota parlemen yang dikenal masyarakat sebagai kaum LGBT di antaranya adalah Justine Greening, Mentri Urusan Skotlandia; Nia Griffith, Menteri Pertahanan bayangan dari kubu oposis Partai Buruh.

Anggota Perempuan

Kesetaraan gender dalam parlemen Inggris meningkat pada taraf ini. Hal ini dibuktikan dengan terpilihnya 208 Perempuan pada pemilu Kamis (8/6) lalu. Hampir 100 tahun setelah adanya perubahan undang-undang yang mana memungkinkan perempuan menjadi anggota parlemen. Dan kini mereka mengisi kurang lebih 32% dari keseluruhan kursi Majelis Rendah. Jumlah peningkatan anggota parlemen perempuan ini meningkat hampir 9% apabila dibandingkan dengan pemilu 2015 lalu ketika hanya ada 191 perempuan yang menjadi anggota parlemen.

Partai Buruh mempunyai anggota Parlemen perempuan terbanyak. Setelah itu disusul oleh Partai Konservatif dengan 67  orang dan SNP sebanyak 12 orang. Sedangkan untuk partai Liberal Demokrat sebanyak 4 orang.

Kaum Difabel

Terjadi juga peningkatan jumlah anggota parlemen yang mana mereka merupakan kaum difabel meskipun tidak ada angka pasti yang menyebutkan. Partai Buruh mempunyai 2 anggota parlemen baru di Majelis Rendah yang difabel. Salah satu contohnya adalah Marsha de Cordova yang mana mewakili wilayah pemilihan Battersea (London Barat). Ia adalah seorang tuna netra gang menggunakan pidato kemenangannya guna menyampaikan hak para kaum difabel.

Contoh yang lainnya adalah Jared O’Mara yang mana merupakan penderita cerebral palsy hemiparesis atau gangguan fungsi motorik karena kerusakan otak, menang di wilayah Sheffiels Hallam dengan cara mengalahkan mantan Wakil Perdana Menteri, Nick Clegg yang datang dari Partai Liberal Demokrat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *